
Di era globalisasi dan teknologi yang semakin berkembang pesat, batik menjadi salah satu warisan budaya yang harus tetap dijaga oleh generasi muda. Pada kesempatan kali ini, IPI bekerja sama dengan Omah Batik Lumbini Megelang, mengadakan pelatihan mengenai desain dan digital marketing mengenai batik pada 03-04 September 2025.
Dihadiri oleh beberapa sekolah yang ada di Magelang, seperti SMA N 1 Muntilan, SMA Bentara Wacana, SMK N 1 Salam, SMK Satya Pratama, SMK Muhammadiyah 1 Borobudur, SLB Ma’arif Muntilan dan Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Magelang. Siswa-siswi yang mewakili sekolah diatas sangat antusias dengan kegiatan kali ini, mereka diberikan materi mengenai Batik Bhinneka Tunggal Ika, meliputi keragaman batik yang ada di Indonesia serta bagaimana cara mengidentifikasi batik oleh Bapak William selaku Direktur IPI.
Selaku pendiri Omah Batik Lumbini Borobudur, Bapak Adi Winarto juga menjadi mentor untuk pelatihan kali ini, memberikan arahan mengenai ilmu desain tentang Batik Bhinneka Tunggal Ika. Beliau juga memberikan materi mengenai pengenalan alat dan proses membatik, serta bahan-bahan apa saja yang dapat digunakan di sekitar atau dari toko bahan batik. Menjadi hal yang perlu diketahui oleh para peserta bahwa proses pewarnaan memakai bahan alami dan berkontribusi dalam pelestarian alam.
Beberapa tema yang diusung oleh para peserta kolaborasi mengenai keragaman yang ada di Kabupaten Magelang, baik alam, budaya, maupun flora dan faunanya. Tidak lupa mentor memberikan masukan secara langsung pada tiap kelompok, sebelum akhirnya desain yang ada dipindahkan ke kain mori. Untuk peserta pelatihan digital arketing memiliki peran penyerta, yaitu membersamai peserta Pelatihan Desain selama proses pelatihan. Membuat dokumentasi tentang proses peserta Pelatihan Desain dari awal hingga akhir. Membuat dokumentasi tentang profil pembatik tempat peserta Pelatihan Desain magang.
Membuat dokumentasi tentang Batik Batang yang dapat ditemui di sekitar. Membuat konsep dalam bentuk visual atau audio – visual dengan narasi yang sesuai tema Batik Bhinneka Tunggal Ika, dalam lingkup daerah maupun nasional.
Diharapkan kegiatan pelatihan Batik Bhinneka Tunggal Ika Fase II kali ini menjadi representasi bagi generasi muda untuk tetap mencintai warisan budaya lokal. Diharapkan nantinya siswa-siswi yang sudah mengikuti pelatihan, dapat menjadi penggerak di sekolah, daerah maupun lingkup nasional.
Recent Comments