Tentang Kami

INSTITUT PLURALISME INDONESIA (IPI)

Institut Pluralisme Indonesia atau disingkat dengan IPI merupakan lembaga nirlaba yang berdiri sejak 27 Oktober 2000 di Jakarta. Tujuan berdirinya IPI adalah mengembangkan wacana pluralisme sebagai salah satu alternatif paradigma, wacana pengetahuan, dan landasan praktek kerjasama antar unsur masyarakat yang sinergis dan konstruktif, tanpa memandang perbedaan pandangan dan latar belakang kehidupan masing-masing.

Visi

Terbangunnya pengertian, solidaritas dan kerjasama antar individu dan antar kelompok masyarakat di Indonesia tanpa membeda-bedakan latar belakang etnisitas, agama/ kepercayaan, jender, profesi, status sosial ekonomi, pandangan politik serta wilayah asal.

Misi

  • Melaksanakan riset dasar, strategis dan terapan untuk memahami dinamika keberagaman masyarakat di Indonesia
  • Mendampingi berbagai lembaga dalam perencanaan dan implementasi kebijakan berbasis pluralisme
  • Memfasilitasi pelatihan, pendidikan, dialog dan kerjasama nyata antar kelompok masyarakat untuk membangun perdamaian, keadilan dan kesejahteraan bersama di Indonesia

Program Kegiatan

Samadaya (Bersama Berdaya dalam bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya)

Adalah bisnis inklusif untuk Revitalisasi Budaya dan Usaha Kecil Kain Nusantara

1. Kain Nusantara Lestari (KANURI):

  • Revitalisasi Budaya dan Usaha Kecil Batik Lasem
  • Revitalisasi Budaya dan Usaha Kecil Batik Batang
  • Pemetaan Budaya dan Industri Batik Indonesia
  • Dokumentasi Batik Indonesia
  1. Jaringan Inklusif Sosial Ekonomi (JISE)
  2. Jaringan Inklusif Pendukung Pendidikan Keluarga (JIPPK)
  3. Jaringan Inklusif Relawan Donor Darah (JIRDD)

Samawidya (Bersama Menggali Pengetahuan)

  1. Lingkar Dialog Pemuda (LDP)
  2. Studi Pengembangan Jaringan Pencegahan Konflik Sosial
  3. Studi Pengembangan Wacana Pluralisme dalam Kehidupan Keluarga melalui Peran Ibu Muda

Format Kelembagaan

  • Lembaga riset-aksi-pendidikan nirlaba berbasis relawan dan profesional dari berbagai latar belakang etnik, agama, jender, usia, akademik, profesi, kewarganegaraan dll
  • Katalisasi pengembangan pluralisme sebagai salah satu alternatif pendekatan dalam pemberdayaan dialog dan kerjasama masyarakat di Indonesia

Fungsionaris

  • Nani Nurrachman
  • Yasmin Sungkar
  • Thung Ju Lan
  • Natalia Soebagjo
  • Haris Chandra
  • Sudhamek AWS
  • Dedi Supriadi Adhuri

Direktur

  • William Kwan Hwie Liong