Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu umat Islam termasuk Indonesia.  Bulan Ramadhan selalu disambut penuh suka cita. Bahkan di Indonesia terdapat beragam kegiatan Ramadhan yang unik karena hanya ada di sini artinya tidak ada di negara lain. Kegiatan yang selalu dirindukan. Salah satu kegiatan yang khas adalah ngabuburit atau mengisi waktu jelang waktu berbuka puasa tiba. 

Selainngabuburit, masih ada banyak kegiatan Ramadhan yang bisa dilakukan. Meski demikian, sebaiknya mengisi bulan Ramadhan yang mulia dengan mengerjakan aktivitas yang bermanfaat dan membawa pahala serta kebaikan.  

Ada beberapa kegiatan Ramadhan yang menarik dan bermanfaat. Namun, selama masa pandemi Covid-19 beberapa kegiatan tersebut tidak dapat dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain : 

  • Pawai Obor 

Kegiatan pawai obor saat Ramadhan paling sering dilakukan berbagai masyarakat Tanah Air di berbagai daerah. Pawai obor umumnya diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa dengan berjalan kaki mengelilingi kampung. Waktunya setelah salat Isya. Selagi pawai, iring-iringan melantunkan shalawat bersama dan makin semarak dengan bunyi tabuhan gendang maupun rebana. Pawai obor diyakini mampu mempererat silaturahmi sekaligus ajang saling memaafkan sebelum memasuki bulan puasa. 

  • Membangunkan Sahur 

Membangunkan sahur menjadi tradisi khas yang lazimnya dilakukan oleh anak-anak hingga remaja laki-laki. Tujuannya membangunkan warga untuk makan sahur agar tak terlewat, mereka menggunakan peralatan yang ada seperti alat masak, gendang, maupun botol plastik, tentunya diikuti dengan suara yang lantang. “Sahuuur… sahuuurrr…” 

  • Buka Puasa Bersama 

Buka puasa bersama menjadi kegiatan Ramadhan yang seakan tak boleh ketinggalan. Agenda ini menjadi ajang silaturahmi dan reuni dengan anggota keluarga, teman sekolah atau universitas, maupun rekan kerja. Biasanya lokasi buka puasa bersama dilaksanakan di restoran maupun di rumah. 

  • Sahur On The Road 

Sahur on the road bertujuan menebar kebaikan dengan membagikan makanan untuk sahur bagi mereka yang hidup di jalanan 

  • Ngabuburit 

Ritual menunggu waktu jelang berbuka puasa atau yang disebut ngabuburit menjadi  kebiasaan masyarakat Indonesia. Umumnya, orang mengisi waktu senggang ini dengan ragam kegiatan, seperti berjalan-jalan keluar rumah sambil membeli camilan berbuka puasa. Camilan untuk buka puasa pun beraneka ragam seperti halnya masyarakat Indonesia. Selain kolak pisang, biji salak, bubur mutiara, ada juga lontong isi oncom, kue pisang, kue talam khas Betawi, bubur kampiun yang merupakan makanan khas  Sumatera Barat hingga dimsum, salah satu penganan masyarakat Tionghoa.  Semuanya dapat ditemukan saat bulan Ramadhan. 

  • Membagikan Takjil 

Berbagi takjil kepada mereka yang membutuhkan. Seperti yang dilakukan sekelompok siswa SMAN 17 Bekasi yang memiliki kesadaran berbagi di bulan suci Ramadhan. Para siswa dengan beragam keyakinan bukan hanya muslim mengumpulkan uang jajan mereka untuk membeli takjil yang selanjutnya dibagikan menjelang buka puasa. Seperti yang tampak pada foto di bawah ini. 

Menurut Najwa, salah satu siswa Sekolah Menengah tersebut, kegiatan berbagi takjil dilakukan mereka karena keinginan mereka untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di jalan yang tidak sempat berbuka puasa di rumah. 

Kegiatan khas bulan Ramadhan lainnya adalah : 

  • Takbiran 

Setelah berpuasa 30 hari lamanya, kegiatan takbiran adalah gong yang ditunggu-tunggu. Takbiran lazimnya diwarnai dengan berkumpul di masjid dan bersama-sama mengucap kalimat takbir yang terdengar ke seluruh kampung lewat pengeras suara. Sementara beberapa orang mengisinya dengan berkeliling kampung membawa beduk 

  • Mudik 

Mudik merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang merantau di kota dan pulang ke kampung halamannya saat Hari Raya tiba. Meski harus berpacu dengan kondisi lalu lintas yang padat, menempuh waktu belasan jam, hingga harga tiket transportasi yang melambung tinggi, para perantau ini rela melakukan segalanya demi bisa berkumpul bersama keluarga di hari nan fitri nanti. 

Beberapa kegiatan Ramadhan di atas sempat terhenti selama pandemi Covid-19. Namun, pada tahun 2022 ini, Pemerintah mengizinkan beberapa kegiatan dapat dilakukan lagi. Salah satunya mudik.   

Marchamah, seorang staf salah satu kantor di Jakarta Selatan menyatakan kegembiraannya ketika mengetahui Pemerintah mengizinkan masyarakat untuk mudik lebaran tahun ini. “Alhamdulillah, lebaran tahun ini bisa pulang kampung, ketemu dengan keluarga,” kata Marchamah yang berasal dari Kabupaten Sidrap, Makassar, Sulawesi Selatan. Marchamah gembira karena sudah 2 (dua) tahun tidak mudik lebaran sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu. Tahun ini ia akan mudik lebaran selama 2 (dua) minggu. 

Semoga masyarakat Indonesia dapat merayakan bulan suci Ramadhan dan lebaran dengan tetap mematuhi prosedur kesehatan dalam rangka mencegah penularan Covid-19.